Covid-19 Omicron Bikin Pariwisata Bali Merana, Ini Sebabnya

Covid-19 Omicron Bikin Pariwisata Bali Merana, Ini Sebabnya - GenPI.co BALI
Begini kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali yang sepi wisman. Foto: Antara

GenPI.co Bali - Ancaman pandemi Covid-19 varian Omicron terbukti membuat pariwisata Bali kian merana karena aturan pemerintah Indonesia kembali diperketat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Semenjak virus Corona melakukan 'debut' merebak ke seluruh dunia pada akhir tahun 2019 lalu, seluruh negara alami krisis berkepanjangan.

Tidak terkecuali, Bali, salah satu provinsi di Indonesia yang mengandalkan kedatangan wisatawan sebagai pembangkit sektor ekonomi selama bertahun-tahun belakangan ini.

BACA JUGA:  Gubernur Koster: Ini Kunci Utama Stabilkan Covid-19 di Bali

Sempat alami penurunan drastis kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara, nyaris genap dua tahun lamanya akhirnya Pulau Dewata mulai bisa mengontrol penyebaran Covid-19.

Kendati PPKM serta vaksinasi massal efektif membuat kasus positif virus mematikan asal Wuhan, China itu melandai, kebangkitan pariwisata pulau justru kembali dihadang ancaman baru.

BACA JUGA:  Tolak Hubungan Badan, Pria di Bali Pukuli Istri Siri

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, kini pemerintah Indonesia kembali mengembalikan waktu karantina dari tiga hari ke tujuh hari gara-gara Covid-19 varian Omicron.

"Pemerintah pusat mengubah lagi peraturan masa karantina bagi wisatawan mancanegara," kata Luhut Binsar Pandjaitan, Koordinator PPKM Jawa-Bali, Minggu (29/11/21).

BACA JUGA:  Muncul Air Terjun Dadakan di Gunung Agung Bali Jadi Tanda Waspada

Kemudian, Luhut juga menambahkan adanya penambahan waktu karantina hingga 14 hari bagi pendatang dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong (China).

Berita Selanjutnya