Efek Penyakit PMK, Bali Gagal Jual Sapi dan Babi ke Jatim

Efek Penyakit PMK, Bali Gagal Jual Sapi dan Babi ke Jatim - GenPI.co BALI
Bali urung bisa menjual sapi dan babi ke Jawa Timur (Jatim) imbas PMK. Foto: JPNN

GenPI.co Bali - Para peternak di Bali mesti rela bisnisnya untuk menjual sapi dan babi ke Jawa Timur (Jatim) gagal untuk sementara efek adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) baru-baru ini.

Bisa dibilang, produk unggulan hewani dari peternakan di Pulau Seribu Pura tak bisa dipasarkan sementara waktu karena ancaman masalah kesehatan.

Nah, penghentian penjualan ke Jatim ini tak cuma berlaku bagi sapi dan babi saja, melainkan juga kambing serta kerbau.

Penyetopan penjualan hewan ternak sejenis ternyata juga berlaku sebaliknya yakni dari Jawa Timur menuju ke Bali.

Kebijakan penyetopan lalu lintas ternak Bali ke Jatim ini dikeluarkan Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk.

Langkah taktis ini diambil agar wabah penyakit yang menyerang ruminansia berkuku belah ini diantisipasi merambah Bali.

Penanggung jawab Wilayah Kerja Karantina Pertanian Gilimanuk drh. I Nyoman Ludra kepada awak media mengatakan kebijakan ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 405 tentang Gugus Tugas Penanganan PMK.

Menurut Ludra, Karantina Pertanian di Bali tidak diizikan mengeluarkan sertifikasi hewan yang keluar tujuan Jakarta lewat Jawa Timur.


Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Bali Stop Penjualan Sapi & Babi ke Jatim Gegara Wabah PMK, Manfaatkan Tol Laut

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya