
Dari lonjakan sampah tersebut, lanjut Bagus, didominasi sampah organik sisa upacara dan rangkaian janur.
Dia mengimbau masyarakat untuk memilih mana sampah organik dan anorganik sebelum dibuang untuk meminimalisir jumlah sampah di hari raya.
“Hal ini untuk memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan. Seperti halnya pengolahan sampah organik menjadi kompos di TPS3R,” ujarnya. (*)
BACA JUGA: Disperindag Denpasar Pantau Harga Kebutuhan Pokok Jelang Galungan
Simak video pilihan redaksi berikut ini:
Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Volume Sampah Naik 30 Persen Setelah Galungan, Ini Kata DLHK Denpasar
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News