Wajib Selamat, Ini Alasan Bali Penyumbang Ekonomi Besar Indonesia

Wajib Selamat, Ini Alasan Bali Penyumbang Ekonomi Besar Indonesia - GenPI.co BALI
Ilustrasi wisatawan di Bali. Foto: Antara

GenPI.co Bali - Pariwisata Bali memang layak untuk diselamatkan, terutama karena fakta bahwasannya provinsi ini penyumbang ekonomi terbesar bagi Indonesia beberapa tahun terakhir.

Bukan tanpa alasan, Pulau Dewata sudah diakui sebagai destinasi wisata favorit dunia. Terbukti dengan banyaknya kedatangan turis-turis mancanegara.

Bahkan, Tjok Bagus Pemayun selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyatakan bahwa 2019 terdapat 6,3 wisatawan mancanegara yang sempat datang atau sumbang 39 persen kedatangan secara nasional.

BACA JUGA:  Tim Yustisi Denpasar Bali Sasar Masyarakat Soal Prokes Covid-19

"Ini berarti wisata Bali menunjang setidaknya 29 persen kehadiran turis secara nasional atau 50 persen berat kotor produk domestik regional (GRDP)," kata Pemayun saat konferensi pers Nivea Sun dan Udayana OHCC.

Hanya saja, angka fantastis itu tak mampu bertahan saat memasuki era pandemi Covid-19 sejak akhir tahun 2019 lalu.

BACA JUGA:  Dinkes Bali Minta Bantuan UNUD Isi Kekurangan Dokter, Kenapa?

Bayangkan, semenjak Corona menyebar, wisman lokal dan internasional ogah untuk datang karena alasan keselamatan.

Ketika kasus virus melandai imbas PPKM serta vaksinasi massal, pencabutan larangan kedatangan internasional 14 Oktober tetap membuat Bali tanpa kedatangan wisatawan asing.

BACA JUGA:  Geger Mayat Jembatan Bangkung Badung Bali, Benarkah Prajurit TNI?

Hingga bulan Oktober saja data sensus dikutip laman Daily Mail menunjukkan hanya ada 43 turis luar negeri yang datang tahun ini. Rekor terburuk bagi Pulau para Dewa.

Berita Selanjutnya