Bunga Bank Masih Tinggi, Asosiasi Tekstil Bali Kesulitan Hadapi Impor Pakaian Bekas

20 Maret 2023 22:00

GenPI.co Bali - Derasnya laju impor pakaian bekas menjadi kesulitan tersendiri bagi usaha kecil di Bali untuk menyaingi dan mengadang.

Asosasi Pertekstilan Indonesia (API) Bali menjelaskan, salah satu penyebab kurang cepatnya pergerakan industri ini dari bunga bank yang masih tinggi.

Maka dari itu API Bali meminta adanya keringanan bunga bank untuk meningkatkan daya saing.

BACA JUGA:  Strategi BRI Perkuat Transformasi Digital Empat Tahun Ke Depan

“Impor pakaian bekas ini mendisrupsi pasar lokal,” kata Ketua API Bali Dolly Suthajaya, Senin (20/3).

Dia berharap bunga untuk industri tekstil bisa ditekan hingga enam persen dari bunga saat ini, dimana sekarang masih tinggi kisaran 11-12 persen.

BACA JUGA:  Heboh Baju Bekas Impor Dilarang, Pengamat Ekonomi Undiknas Berikan Pendapat

Menurutnya, bunga bank merupakan salah satu bagian yang membentuk Harga Pokok Produksi (HPP), selain biaya bahan baku, tenaga kerja hingga listrik dan transportasi.

Dia mencatat saat ini ada 60 pelaku usaha tekstil di Bali dan sebagian di antaranya berskala kecil.

BACA JUGA:  Satgas Dispar Bali Mulai Bergerak, Tindak Tegas Bule Nakal

Nah menurutnya, pengusaha tekstil kecil ini masih diwajibkan membayar pajar termasuk bea masuk bahan baku pendukung dengan tarif yang tinggi, sekitar 32 persen dari total nilai barang.

Sedangkan untuk impor pakaian bekas sendiri menurutnya tidak memberikan pemasukan kepada negara khususnya pajak dan bea cukai ketika dibawa ke Indonesia.

“Ekonomi siluman itu tidak jelas pajak impornya, itu harus diberantas atau dikenakan pajak tinggi supaya semua berkontribusi pajak,” katanya. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Fitra Herdianariestianto

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co BALI