GenPI.co Bali - Gegara suatu alasan ada ribuan Kepala Keluarga (KK) berstatus mikin ekstrem di Kabupaten Buleleng, Bali tahun 2022.
Berdasarkan data Disdukcapil, dari total jumlah penduduk 816.654, 10.132 kepala keluarga (KK) tergolong masyarakat miskin ekstrem.
Oleh karena itu, Sekda Bumi Panji Sakti Gede Suyasa minta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menuntaskan problem sosial tersebut.
"Itu harus segera ditindaklanjuti dengan segera melakukan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Sekda Gede Suyasa, Kamis (20/10/22).
Data dari pusat mencatat jumlah masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Buleleng mencapai 0,28 persen.
Capaian itu menjadikan Kabupaten Buleleng peringkat ketujuh tertinggi di kabupaten/kota se-Bali, bahkan masih di bawah Provinsi Bali dengan persentase 0,43 persen.
Wakil Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Buleleng itu menjelaskan salah satu upaya untuk menghapus kemiskinan ekstrem dengan melakukan evaluasi.
Langkah lain adalah mengonversikan program-program dari seluruh OPD, apakah sudah menyasar masyarakat sesuai data tersebut.
"Nanti dari sana akan kelihatan seberapa besar diintervensi dan seberapa besar nanti hasilnya. Karena itu kan mengonversikan banyak program, dan pemerintah pusat harapkan semua data itu tersentuh program pemerintah, baik dari pusat maupun daerah," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah sudah melakukan intervensi kepada masyarakat miskin melalui program-program OPD sebelumnya.
Beberapa di antaranya seperti bantuan BSU kepada ribuan masyarakat miskin, yang termasuk juga ada dalam kategori miskin ekstrem.
Sekda Buleleng menargetkan semua masyarakat tergolong miskin ekstrem tersentuh program bantuan.
Oleh karena itu, kemiskinan itu tidak bisa diselesaikan selama satu tahun dan kemungkinan akan terus berlanjut.
"Kita bantu dengan pemberdayaan atau bantuan langsung kepada masyarakat. Jadi banyak yang harus kita lakukan dan kegiatan itu akan terus berlanjut," paparnya.
Pemkab Buleleng, Bali sendiri mengakui bahwasannya mereka memerlukan waktu cukup lama agar bisa mengatasi ribuan KK yang berstatus alami kemiskinan ekstrem. (Ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News