PHDI Larang Konten Melukat bagi Warga Non Hindu Bali, Alasanya?

25 Mei 2022 15:00

GenPI.co Bali - Baru-baru ini, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali telah melarang adanya pembuatan konten media sosial (medsos) bagi para warga non Hindu kala lakoni upacara sakral Melukat.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar orang, khususnya selebriti Indonesia acapkali memamerkan foto telah melakukan upacara penyucian via media sosial Instagram.

Tentu saja, upacara penyucian bernama lain Melukat ini lantas membuat banyak masyarakat berbondong-bondong ingin melakukannya dengan dalih konten semata.

BACA JUGA:  Harga Fantastis, Gubernur Koster Resmikan Gedung MDA Klungkung

Mengutip laman Coconuts, kejadian seperti ini tentu saja membuat murka warga lokal, salah satunya influencer bernama Ngurah Saka yang berkata kegiatan sakral tersebut bukan bagian dari atraksi turis.

"Saya begitu terganggu dengan konten media sosial belakangan ini yang kabarnya bisa dilakukan dengan cara membayar," tutur Ngura via cuitan Twitter.

BACA JUGA:  Bali Terguncang! Gempa Bumi Terjadi saat GPDRR Hari Ini

Intinya, Ngurah mengkritisi upaya mengkomersialkan kegiatan spiritual dengan embel-embel 'healing' merupakan hal tak pantas untuk jadi tren di Pulau Dewata.

Wakil Ketua PHDI Bali Pinandita I Ketut Pasek Swastika pun turut berang akan kondisi ini. Ia menyebut sejatinya Melukat adalah praktik sakral yang dilakukan oleh warga Hindu.

BACA JUGA:  Viral Hina Polisi Bali Kini Gigit Jari, Bule Estonia Kena Karma

"Non Hindu diperbolehkan untuk jalani ritual. Tapi itu artinya mereka mandi, bukan Melukat. Mereka bisa melakukannya di danau, sungai, kolam selama tidak pakai kata Melukat karena itu sakral," kata dia, Senin (23/05/22).

Sekedar informasi, kegiatan sakral ini sendiri sempat dilakukan beberapa artis Tanah Air seperti Pevita Pearce, Rizky Febian, Mahalini dan lain sebagainya.

Cukup masuk akal mengapa banyak warga Non Hindu berniat lakukan hal sama. Namun, tentu saja PHDI Bali tak menerima sembarang orang jalani Melukat, mengingat upacara penyucian lahir bathin ini bersifat sakral. (*)

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: I Made Dwi Kardiasa

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co BALI