GenPI.co Bali - Cuaca buruk berupa hujan lebat nyaris sepanjang hari melanda Bali, Rabu (12/01/22) membuat tujuh Desa Gerokgak, Buleleng kebanjiran.
Bisa dibilang, fenomena alam Badai La Nina begitu berdampak di Pulau Dewata. Terlihat dengan adanya pengaruh ke cuaca kurang bersahabat sejak Oktober 2021 lalu.
Curah hujan frekuensi tinggi pun terjadi baru-baru ini, dan sialnya hampir sepanjang hari di kabupaten berjulukan Bumi Panji Sakti.
Bayangkan saja, sejak Rabu (12/01) pagi hingga sore, turunnya air dari awan dalam jumlah besar langsung membuat tujuh Desa Gerokgak terendam bencana air bah.
Gede Rajasa, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng pun menerangkan bahwasannya ia harus menurunkan personel untuk membantu para korban.
"Wilayah Gerokgak terdata 7 desa yang mengalami banjir," tutur Gede Rajasa selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Buleleng, Rabu (12/01/22).
Desa-desa terkait yang kebanjiran diantaranya ialah Desa Patas, Sangalanggit, Sumberkima, Sumberklampok, Penyabangan, Penjarakan dan Desa Musi.
"Sebagian di antaranya menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan rumah-rumah warga," sebut Rajasa lagi.
Diketahui, dampak banjir paling parah dialami warga di Desa Sumberkima, Gerokgak, yang menggenangi 15 rumah warga setempat.
Selain kebanjiran di tujuh Desa Gerokgak, Buleleng, hujan deras yang hampir seharian melanda Bali juga sebabkan robohnya banyak pohon berukuran besar. (gie/jpnn)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News