GenPI.co Bali - Kematian Raja Puri Pemecutan Ida Tjokorda Pemecutan XI, Rabu (22/12/21) tak cuma buat warga Bali berduka melainkan juga kalangan warga Kampung Islam Bugis Serangan yang menyebut mendiang tokoh toleransi antar umat beragama.
Seperti diketahui, pemilik nama asal Anak Agung Ngurah Manik Parasara ini telah menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya Puri Pemecutan, Jalan Mohammad Yamin, Denpasar, sekitar pukul 06.00 WITA.
Salah satu tokoh Partai Golkar itu pun dipastikan meninggal karena gagal jantung setelah setidaknya berjuang dengan penyakit bawaannya tersebut selama sekitar dua bulan terakhir.
Sebagai salah satu ikon besar di Bali, Cok Pemecutan, sapaan akrabnya, sempat membuat terobosan munculnya semangat Bhineka Tunggal Ika di dalam Pulau Dewata.
Ya, garis panjang sejarah Puri Pemecutan Denpasar di masa lampau, yang berkerabat erat dengan lintas suku dan agama di luar batas Pulau Para Dewa, terwariskan dengan sempurna di tangannya.
Tak heran karena pengaruhnya bukan cuma untuk Hindu saja membuat kalangan warga pemeluk agama Islam Kampung Bugis di Pulau Serangan, Denpasar Selatan merasa kehilangan.
Bahkan, tokoh masyarakat Kampung Muslim Bugis tersebut bernama Muhammad Syukur (40) tanpa ragu menyebut Raja Pemecutan XI sebagai tokoh penting dalam segi toleransi banyak agama berbeda di Pulau Seribu Pura.
"Tidak salah jika kami menyebutnya sebagai salah satu tokoh besar penjaga toleransi di Pulau Dewata ini," ucap Syukur, juru kunci generasi ke-5 pewaris Al-Quran kuno di Kampung Bugis Serangan ini.
Syukur bahkan percaya jika kebaikan hati sang raja tersebut akan dibalas dengan baik pula oleh Tuhan terutama imbas memperjuangkan semangat kebhinekaan.
"Semoga perjuangan Beliau untuk Bali dibalas oleh Tuhan dengan kebaikan dan kedamaian untuknya," tandas Muhammad Syukur.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa segenap penduduk muslim di desa yang ditinggalinya tak ragu-ragu menyebut bahwa Cok Pemecutan sudah jadi bagian dari keluarga mereka dan sudah seperti orang tua yang tak tergantikan.
"Beliau adalah raja kami, orang tua kami, yang selalu menolong dan memberi support kami warga Kampung Bugis Serangan," ucap Syukur, dengan nada lirih.
Begitu besarnya duka mendalam kalangan warga Islam di Kampung Bugis ini pun membuktikan jika pengaruh besar Raja Pemecutan XI terhadap toleransi antar umat beragama di Bali tergolong besar. Amor Ring Acintya Cok Pemecutan. (gie/JPNN)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News