Viral! Puting Beliung di Laut Buleleng Bali, Apa Kata BMKG?

13 November 2021 07:00

GenPI.co Bali - Suatu pemandangan tak biasa terjadi di perairan Kabupaten Buleleng, Bali saat sebuah puting beliung besar terjadi pada Kamis (11/11/21) sempat viral. Lantas apa tanggapan BMKG?

Dalam suatu unggahan salah satu akun media sosial @denpasarnow sempat muncul fenomena langka di Ponjok Batu, Singaraja, Buleleng, Pulau Dewata.

Bagaimana tidak? Terlihat wujud angin tornado atau puting beliung berputar dengan ganasnya di atas laut kabupaten berjulukan Bumi Panji Sakti. Mengerikannya lagi, fenomena ini disertai oleh petir.

BACA JUGA:  Bali United Kontra Persela Lamongan, Teco Terkesan dengan Lawan

Tentu saja hal ini langsung membuat masyarakat mengkait-kaitkannya dengan musim pancaroba yang terjadi belakangan ini mengingat cuaca ekstrem menimpa Bali.

Ya, sebagaimana dimaksud, di beberapa wilayah kabupaten/kota sempat alami hujan deras, angin kencang, disertai petir imbas datangnya fenomena Badai La Nina.

BACA JUGA:  Atlet Jepang Kagumi Kecak, Bali Dipuji PBSI Gelar Event Dunia

Terkait fenomena puting beliung tersebut, Dwi Hartanto selaku Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar BMKG pun menyebut jika itu adalah hal biasa dan disebut waterspout.

"Fenomena waterspout yang muncul di laut biasanya muncul pada musim pancaroba dan musim hujan," kata Dwi Hartanto saat dihubungi pada Kamis (11/11/21).

BACA JUGA:  Kerap Curi Motor di Denpasar, Pria Jember Ditangkap Polisi Bali

Lebih lanjut, ia juga mengimbau agar masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan tak medekati pusaran tersebut karena bisa sangat berbahaya.

"Warga harap berhati-hati jangan mendekat ke pusaran tersebut. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati karena di Bali sudan memasuki musim hujan yang mengakibatkan banjir longsor serta angin kencang," kata dia lagi.

Terlepas dari fakta Puting Beliung yang viral di Buleleng, seluruh masyarakat Bali memang wajib berhati-hati dengan beragam cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. (*)

 

 

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: I Made Dwi Kardiasa

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co BALI