Manfaat Apik Teh Delima Bagi Kesehatan, Cegah Penyakit Tulang

19 September 2022 02:00

GenPI.co Bali - Berbagai manfaat apik bisa didapatkan manusia kala meminum teh herbal delima. Salah satunya ialah bisa cegah munculnya penyakit tulang.

Diketahui sebelumnya, minuman alami ini bisa dibuat dengan cara sederhana yakni diseduh menggunakan biji delima yang dihancurkan.

Selain itu biji, kulit, bunga keringnya juga bisa menjadi bahan campuran dengan teh herbal lainnya.

BACA JUGA:  Kesehatan: Waspada! Obat Jerawat Bisa Bikin Alergi Serius

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa buah delima memiliki aktivitas antioksidan tiga kali lebih banyak dibandingkan anggur merah dan teh hijau.

Kulit buah delima adalah bagian yang paling bergizi karena mengandung sejumlah besar polifenol seperti flavonoid (katekin dan antosianin), tanin kental, asam fenolat (asam galat dan caffeic), tanin terhidrolisis dan alkaloid dan lignan.

BACA JUGA:  Wow! Dua Wanita Tertua di Buleleng Dapat Hadiah dari Polisi

Bijinya mengandung protein, polifenol, mineral, vitamin, isoflavon dan dua asam lemak tak jenuh ganda penting yang disebut asam linolenat dan linoleat bersama dengan lemak penting lainnya seperti asam oleat dan asam punicic.

Bunga dan bijinya mengandung punicalagin, senyawa vital yang termasuk dalam keluarga tanin.

BACA JUGA:  Pelaku Wisata Bali Kurang Senang Wisman Taiwan? Ini Alasannya

Senyawa tersebut bertanggung jawab atas lebih dari setengah aktivitas antioksidan jus delima.

Delima ini juga kaya akan asam fenolik seperti asam galat, ellagic, dan caffeic.

Dengan beragam nutrisi yang dimiliki, teh delima pun memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, berikut ini adalah penjelasannya menurut laman Boldsky.

Mendukung kesehatan jantung

Teh delima dikemas dengan polifenol utama seperti antosianin, asam fenolik, dan punicalagin yang memiliki aktivitas antioksidan kuat.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa polifenol ini menunjukkan sifat antiaterogenik yang dapat membantu melindungi dari penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung koroner.

Meningkatkan sistem reproduksi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa beta-sitosterol pada biji delima memiliki aktivitas pelindung embrio.

Ini dapat membantu melindungi sistem reproduksi dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh obat kemoterapi.

Teh delima yang dibuat dari sari buah delima juga membantu meningkatkan konsentrasi sperma, mobilitasnya, dan mengelola faktor risiko yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Ini juga dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.

Mengelola diabetes

Delima memiliki berbagai macam polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan.
Asam ellagic dan punicalagin dalam buah delima dapat membantu mengurangi lonjakan glukosa yang disebabkan setelah makan sehingga berguna dalam mengelola diabetes secara efektif.

Selain itu, asam galat dan oleanolic dalam teh delima dapat mencegah risiko komplikasi diabetes seperti penyakit kardiovaskular.

Beberapa penelitian juga membicarakan tentang efek anti-diabetes dari bunganya.

Membantu menurunkan berat badan

Jumlah asam punicic yang tinggi dalam teh delima dapat membantu menurunkan berat badan karena efeknya dalam menurunkan kolesterol.

Selain itu, daun delima mengurangi lipid atau lemak dalam darah dan kolesterol total serum dalam tubuh. Secara keseluruhan, teh delima sangat membantu manajemen berat badan.

Memiliki sifat antikanker

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa quercetin dan asam ellagic pada teh delima memiliki sifat anti kanker yang dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker.

Ini efektif melawan berbagai jenis kanker seperti karsinoma sel ginjal, kanker prostat, karsinoma paru, kanker serviks, kanker payudara dan bahkan mencegah metastasis kanker.

Mencegah Alzheimer

Teh delima menunjukkan sifat anti-neurodegeneratif.

Punicalagin dan urolithin dalam teh dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Urolithin dapat membantu mencegah peradangan pada neuron sementara punicalagin mengurangi kerusakan memori yang disebabkan oleh peradangan.

Meningkatkan kekebalan

Teh yang terbuat dari kulit buah delima dapat menunjukkan efek imunostimulan. Adanya polisakarida pada kulitnya dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang telah berkurang akibat kemoterapi.

Selain itu, banyak polifenol dalam buah ini dapat melindungi tubuh dari berbagai patogen.

Baik untuk kulit

Delima efektif melawan kerusakan kulit akibat sinar UV. Radiasi ultraviolet bertanggung jawab atas banyak masalah kulit seperti peradangan eritema, kanker kulit, dan penuaan dini.

Teh delima dapat membantu mengurangi efek kerusakan UV karena potensi antioksidannya yang kuat dan juga dapat menurunkan kerusakan DNA dan protein pada sel dan jaringan.

Mencegah mikroba

Teh buah delima mengandung zat antimikroba seperti asam ellagic dan tanin yang dapat membantu mencegah patogen virus dan bakteri, terutama Staphylococcus aureus, Salmonella dan Penicillium digitatum.

Teh ini juga efektif melawan strain yang sangat patogen dan kebal obat.

Mencegah penyakit tulang

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan tulang yang lemah dan rapuh.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas antiinflamasi dan antioksidan teh delima dapat bermanfaat untuk osteoporosis.

Hal ini dapat membantu mencegah keropos tulang dan mengurangi kerusakan tulang yang disebabkan oleh radikal bebas.

Baik untuk perawatan gigi

Masalah gigi bisa dikurangi dengan konsumsi teh delima.

Menurut sebuah penelitian, buah delima secara signifikan mengurangi koloni bakteri plak gigi seperti lactobacilli dan streptococci.

Teh merah ini juga dapat membantu memperkuat gusi dan mengencangkan gigi yang lepas akibat penyakit gigi seperti periodontitis. (Ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: I Made Dwi Kardiasa

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co BALI